- Antenatal Care adalah perawatan yang ditujukan kepada ibu hamil, yang bukan saja bila ibu sakit dan memerlukan perawatan, tetapi juga pengawasan wanita hamil agar tidak terjadi kelainan sehingga ibu dan anak sehat (Mochtar, 1998). Pelayanan antenatal adalah untuk mencegah adanya komplikasi obstretri dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin (Saifuddin, dkk., 2002)
- Pelayanan antenatal adalah pelayanan terhadap individu yang bersifat preventif care untuk mencegah masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin agar melalui persalinan dengan sejat dan aman, diperlukan kesiapan fisik dan mental ibu sehingga ibu dalam keadaan status kesehatan oftimal, karena kesehatan ibu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya ( Departemen Kesehatan, 2007)
Sabtu, 12 Mei 2012
ANTENATAL CARE (ANC)
Keluarga Berencana, KB, Pelayanan KB
Jumat, 25 Februari 2011
Diagnosa Keperawatan (NANDA)
2. Risiko intoleransi aktifitas
3. Perencanaan aktifitas tidak efektif
4. Risiko sindroma disuse
5. Berkurangnya aktifitas yang bervariasi
6. Kelelahan
7. insomnia
8. Gaya hidup yang merugikan
9. Hambatan mobilitas di tempat tidur
10. Hambatan mobilitas dg kursi roda.
11. Gangguan pola tidur
12. Risiko alergi latex
13. Gangguan tidur
14. Penurunan curah jantu...ng
15. Penurunan kapasitas adaptasi intrakranial
16. Perfusi jaringan ferifer tidak efektif
17. Risiko penurunan perfusi jaringan jantung
18. Risiko tdk efektifnya perfusi jaringan serebral
19. Risiko tdk efektifnya perfusi gastrointestinal
20. Risiko tidak efektifnya perfusi ginjal
21. Risiko syok
22. Kecemasan
23. Kecemasan akan kematian
24. Gangguan citra raga
25. Konflik pengambilan keputusan
26. Koping tidak efektif
27. Denial yang tidak efektif
28. Moral distress
29. Ketakutan
30. Perkabungan
31. Putus asa
32. Risiko ketidakberdayaan
33. Sindroma trauma perkosaan
34. Harga diri rendah yang kronik
35. Harga diri rendah situasional
36. Dukacita yang kronik
37. Spritual distress
38. Risiko spiritual distress
39. Bowel incotinence( bab yg tdk terkontrol)
40. Konstipasi
41. Ketdkseimbangan elektrolit
42. Risiko Konstipasi
43. Diare
44. Disfungsi motilitas gastrointestinal
45. Risiko disfungsi motilitas gastrointestinal
46. Gangguan eliminasi berkemih
47. Inkontinensia berkemih (berkemih tdk berkontrol)
48. Volume cairan berlebihan
49. Penurunan volume cairan
50. Risiko ketdkseimbangan volume cairan
51. Nausea
52. Ketdkseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
53. Ketdkseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan
54. Kerusakan mukosa mulut
55. Gangguan menelan
56. Penurunan kemampuan rawat diri : Kebersihan
57. Penurunan kemampuan rawat diri : berpakaian
58. Penurunan kemampuan rawat diri : Makan/minum
59. Penurunan kemampuan rawat diri : bab/bak
60. Gangguan memory
61. Risiko disfungsi neurovaskuler perifer
62. Gangguan persepsi sensorik : Penglihatan, pendengaran, perabaan, penghidu,cita rasa
63. Stress yang berlebihan
64. Nyeri akut
65. Nyeri kronik
66. Bersihan jalan nafas tdk efektif
67. Risiko aspirasi
68. Pola nafas tdk efektif
69.Gangguan pertukaran gas
70. Respon alergi latex
71. Risiko ketdkseiombangan suhu tubuh
72. Risiko jatuh
73. Hiperthermia
74. Hipothermia
75. Risiko infeksi
76. Risiko injuri
77. Gangguan mobilitas fisik.
78. Merusak diri
79. Risiko merusak diri
80. Kerusakan integritas kulit
81. Risiko kerusakan integritas kulit
82. Risiko keracunan
83. Thermoregulasi yg tdk efektif
84. Kerusakan integritas jaringan
85. Risiko trauma
86. Risiko trauma vaskuler
87. Risiko kekerasan pada diri sendiri
88. Risiko kekerasan pada orang lain
89. Disfungsi seksual
90. Pola seksual yang tdk efektif
91. Gangguan komunikasi verbal
92. Konflik peran orang tua
93. Risiko kesendirian
94. Gangguan isolasi sosial
95. Isolasi sosial
96. Risiko perkembangan(development) yg tertunda
97. Tumbuh kembang yang tertunda
98. Kurangnya pengetahuan
99. Tidak efektifnya pemeliharaan kesehatan diri sendiri
100. Penampilan peran yg tdk efektif
Daftar Pustaka
NANDA Internasional, Nursing Diagnoses-Definitions & Classificaions 2009-2011
Lihat Selengkapnya
Senin, 06 Desember 2010
FILOSOFI & TEORI KEPERAWATAN
2. Comfort Theory by Katharine Kolcaba New!
3. Introduction to Nursing Theories
4. Development of Nursing Theories
5. Virginia Henderson’s Need Theory
6. Theory if Interpersonal Relations
7. Faye Glenn Abdellah's Theory
8. Jean Watson's theory
9. Johnson’s behavior system model
10. Theory of Goal Attainment
11. Betty Neuman’s system model
12. Levin's Four Conservation Principles
13. Nursing Theorists
14. Martha Roger’s Science of unitary human beings
15. Theories Based on Interactive Process
16. Orem's Self-Care Deficit Theory
17. Nursing Theories: An Overview
18. Nursing Theories and Research
19. Roy's Adaptation Model
20. Orlando's Nursing Process
21. Notes on Nursing: What it is, What it is not: Nightingale
22. Understanding the works of Nursing Theorists: A creative beginning
23. Health Promotion Model
24. Health Belief Model
25. Theories used in Community Health Nursing
26. Application of Nursing Theories
27. Application Goal Attainment Theory
28. Application Orem's Self-care Deficit Theory
29. Application of Suchman’s Stages of Illness Model
30. Application of Betty Neuman's Systems Model in Nursing Care
31. Application of Roy's Adaptation Model in Nursing Process
32. Application of Peplau's Interpersonal theory in Nursing Process
33. Application of Health Belief Model in Nursing Practice
34. Transcultural Nursing
35. Helping and Human Relationships Theory: Robert R. Carkhuff
36. Models of Prevention
37. Care, Cure and Core: The Three C’s of Lydia Hall
38. Human Becoming Theory:Rosemarie Rizzo Parse
39. From Novice to Expert: Patricia Benner
40. Erikson's Theory of Psychosocial Development
41. Theory of Cognitive Dissonance by Leon Festinger
42. Kurt Lewin's Change Theory
43. Prochaska and DiClemente's Stages of Change Model
44. Ernestine Wiedenbach's "The Helping Art of Clinical Nursing"
Minggu, 14 November 2010
Perbedaan Tingkat Manusia dalam Menerima Nasihat
Inilah yang terjadi kepada saya, dan ini mungkin telah menimpa anda atau orang-orang disekitar anda, “Hanya orang-orang yang memiliki kesadaran tinggilah yang bisa mengatasi pengaruh dunia yang penuh tipu muslihat” saya bertekad kuat dan kokh berpegang pada prinsip yang saya telah yakini, lalu saya berjalan tanpa menoleh-noleh lagi. Saya akan membeorntak jika apa yang saya lakukan tidak lagi sesuai dengan tabiat diri saya, dan bukan tidak mungkin saya akan mengecam diri saya sendiri “Saya telah Munafik!” Bukan suatu masalah manakalah anda mengecam diri anda selama hal tersebut untuk melawan dan memunculkan keyakinan anda untuk tidak keluar dari prinsip kebenaran yang anda yakini.
Terkadang pula saya masih terseret-seret oleh kelalaian akibat pengaruh tabiat diri saya, namun pada saat yang sama nasehat-nasehat tersebut masih mempengaruhi diri saya untuk beramal, Ibarat cabang-cabang pohon yang goyang diterpa hembusan angin. Terkadang pula nasehat-nasehat tersebut belum mampu mengoyahkan hati saya dari tabiat buruk saya, saya hanya mendengar, saya seperti batu-batu yang diam.
Mungkin kejadian-kejadian yang menimpa saya, telah terjadi pada diri anda olehnya itu mari untuk selalu saling mengingatkan agar kita dapat keluar dan menjadi seorang pribadi yang mempunyai dan memegang prinsip kebenaran keyakinan, tidak terpengaruh dengan segala tipu daya duniawi.
SEMOGA KISAH INI MEMBERI MANFAAT BAGI KITA SEMUA, AMII...........N
Rabu, 29 September 2010
Menghitung Berat Badan Normal, Berat Badan Ideal dan IMT
Berat Badan Ideal
BBI bayi (anak 0-12 bulan)
BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4
BBI untuk anak (1-10 tahun)
BBI = (umur (thn) x 2 ) + 8
Contoh pertama :
Anak Ny. A ber usia 14 bulan, berapa berat badan ideal anak Ny.A?
JawaB:
BBI = (n.2 ) + 8 >> n = umur (thn)
Dik Umur = 14 Bln atau 1 Tahun 2 Bulan >> n=1,2
Maka,
BBI= (2 x 1,2) + 8 = 2,4 + 8 = 10,4 Kg
Jadi Berat Badan Ideal untuk anak Ny.A yang ber usia 14 bulan adalah 10,4 kg.
Contoh kedua :
Anak Ny. A ber usia 2 tahun 10 bulan, berapa berat badan ideal anak Ny.A?
Jawab:
Dik Umur = 2 tahun 10 bulan >> n = 2,10
Maka BBI = (n.2 ) + 8,
= (2,10x2) + 8
= (4,20) + 8 >> Sebelum menjumlah (4,20) harus dikonversi hasilnya 5,8
= (5,8) + 8
= 13,8 Kg
Ket: 4,20 >>4 Tahun 20 Bulan sehingga 20 Bulan harus di konversi ke tahun sehingga 20 bulan = 1 Tahun 8 Bulan atau n= 4 + 1,8 >> n=5,8
BBI untuk remaja dan dewasa
Rumus Broca;
Pria = (TB – 100) ± ((TB – 100)10%)
Wanita = (TB – 100) ± ((TB – 100)15%)
Atau,
BBI = 90% x (TB – 100) x 1 Kg
Contohnya :
Jika tinggi badan kita adalah setinggi 150 cm, maka berat badan ideal kita
adalah (150 - 100) - (10% x (150 - 100) = 50 - 5 = 45 kg
Berat Badan Normal
BBN= BBI ± (10%.BBI)
Contohnya : Jika BBI anda adalah 45 kg, maka berat badan normal anda adalah
BBN: 45Kg – (10%.45Kg) = 45Kg - 4,5Kg = 40,5Kg à Nilai Minimun BBN anda
BBN: 45Kg + (10%.45Kg) = 45Kg + 4,5Kg = 49,5Kg à Nilai Maksimun BBN anda
Jadi BBN anda ada pada kisaran ( 40,5Kg - 49,5Kg)
Perhitungan Berat Badan dengan tehnik Antropometri
TB berdasarkan Tinggi Lutut (TL)
TB Pria = 6,50 + (1,38 + TL) – (0,08 x U)
TB Wanita = 89,68 + (1,53 x TL) – (0,17 x U)
TB berdasarkan Rentang Lengan (RL)
TB Pria = 118,24 + (0,28 x RL) – 0,07 x U)
TB Wanita = 63,18 + (0,63 x RL) – 0,17 x U)
Dimana U=umur, TL= tinggi lutut, RL=rentang lengan
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau BMI (Body mass index)
Perhitungan ini sangat lasim digunakan dalam dunia kesehatan termasuk oleh WHO,
IMT : BB(kg)/TB(m)2
Jika,
IMT <18.4>Underweight
IMT 18,5 - 22,9 -->Normal / Ideal
IMT 23-24,9 -->Normal Tinggi
IMT 25,0 - 29,9 -->Overwieght
IMT > 30,0 -->Obesity
Contoh:
Jika BB: 52 kg dan TB :153 cm (1,53 m)
IMT : 52/1,532 : 22,22 --> Ideal
Beberapa rumus yang lain
Tahun 1974 Dr. BJ Devine,
Men : 50 + 2.3 kg per inch over 5 feet
Women : 45.5 + 2.3 kg per inch over 5 feet
Tahun 1983, Dr. JD Robinson,
Men : 52 kg + 1.9 kg for each inch over 5 feet
Women : 49 kg + 1.7 kg for each inch over 5 feet
Dr. DR Miller,
Men : 56.2 kg + 1.41 kg for each inch over 5 feet
Women : 53.1 kg + 1.36 kg for each inch over 5 feet
